This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 16 April 2011

MENGHITUNG VOLUME BALOK

teman - teman yang mau tahu progran sederhana visual basic tentang volume balok, anda dapat klik disini

MENGHITUNG LUAS SEGITIGA

Teman - teman, ada yang ingin tahu cara mengitung luas segitiga dengan cepat? saya punya program sederhana untuk menghitungnya, untuk lebih jelasnya silakan klik disini

Minggu, 30 Januari 2011

kecepatan

Kalau anda seorang pengemudi pasti tahu yang namanya kecepatan. Kecepatan, menurutku, adalah jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu. 40 km/jam berarti jarak 40 km ditempuh selama 1 jam. Koreksi kalau saya salah.

Rumus mencari kecepatan adalah:
k = j/w

j = k x w

w = j/k

Ket:
  • k: Kecepatan
  • j: Jarak
  • w: waktu
Contoh soal cerita:

1. Bapak pergi dari kota A ke kota B yang berjarak 200 km dengan sepeda motor dalam waktu 5 jam. Berapakah kecepatannya?

Jawab:
Diketahui:

j = 200 km
w = 5 jam

Ditanyakan:

k = ?

Penyelesaian:

k = j/w
k = 200/5
k = 40 km/jam

Jadi, kecepatannya 40 km/jam

2. Pak Banu berangkat dari kota E ke kota F yang berjarak 360 km pada pukul 6:30. Jika kecepatan rata-rata adalah 45 km/jam, pada pukul berapakah Pak Banu sampai di kota F?

Jawab:
Diketahui:

j = 360 km
k = 45 km/jam

Ditanyakan:

Waktu Pak Banu sampai di kota F

Penyelesaian:

w = j/k
w = 360/45
w = 8 jam

Jadi, Pak Banu baru sampai di kota F 8 jam kemudian.

Lalu, kita tambahkan 6:30 dengan 8 jam sehingga menjadi seperti ini:

6:30 + 8:00 = 14:30

Jadi, Pak Banu baru sampai di kota F pada pukul 14:30.
Sekian artikel matematika kali ini. Semoga memberikan manfaat, pencerahan, dan inspirasi bagi anda semua.

trik n tips segitiga ajaib untuk mencari rumus kecepatan dan sekala

Segitiga ajaib sangat berfungsi untuk mencari rumus dari kecepatan atau skala. Pada contoh kali ini kita akan membahas cara menggunakan segitiga ajaib untuk mencari rumus kecepatan. Berikut langkahnya.

1. Ambil kertas, lalu gambar segitiga seperti ini (klik gambar untuk melihat lebih jelas).
Ket:
  • j = Jarak
  • w = Waktu
  • k = Kecepatan

Lalu cara memakainya:

1. Untuk mencari jarak tutup bagian j sehingga hanya terlihat bagian w dan kec. Apabila mendatar, maka rumusnya dikali. Sehingga j = w x kec.
2. Untuk mencari waktu tutup bagian w sehingga hanya terlihat bagian j dan kec. Karena kec dibawah j maka rumusnya dibagi. Sehingga: w = j : kec.
3. Sedangkan untuk mencari kecepatan tutup bagian kec sehingga hanya ada bagian j dan w. Karena w berada dibawah j maka rumusnya dibagi. sehingga menjadi: kec = j : w.
Untuk skala caraya sama saja seperti kecepatan. Hanya gambarnya saja yang beda. Untuk skala, gambarnya seperti ini.
Ket:
  • jp = Jarak pada peta
  • js = Jarak sebenarnya
  • s = Skala
Caranya sama seperti kecepatan diatas.

Semoga bermanfaat.

trik matematika mengurangi bilangan berpangkat 2 (kuadrat)

Mungkin banyak dari agan-agan sekalian yang sudah tahu trik ini tetapi intinya saya hanya mau berbagi. Begini. Misalnya ada operasi matematika seperti ini: a2 - b2 = ? a maupun b bisa berupa bilangan 1 digit, 2 digit, 3 digit, atau bahkan desimal. Jika ketemu soal seperti ini biasanya anda akan mengkuadratkan kedua bilangan lalu mengurangi (mencari selisih) kedua bilangan tersebut. Bila masih satuan sih masih gampang, tetapi bagaimana jika sudah puluhan atau bahkan ratusan? Ada cara yang jauh lebih mudah untuk itu. Cara ini akan berguna jika melakukan perhitungan seperti diatas, seperti untuk mencari sisi tegak (sisi tinggi) atau sisi alas dari sebuah segitiga menggunakan rumus Phytagoras misalnya, atau untuk kegunaan lainnya. Caranya begini:
a2 - b2 = (a + b) x (a - b)
Contoh 1: kita pakai bilangan 1 digit dulu, biar lebih gampang.

92 - 62
(9 + 6) x (9 - 6)
15 x 3
45

Coba kita uji pakai cara biasa.
92 - 62
81 - 36
45

Contoh 2: kita pakai bilangan 2 digit.

142 - 122
(14 + 12) x (14 - 12)
26 x 2
52

Bila kita uji pakai cara biasa:

142 - 122
196 - 144
52

Contoh 3: Kita cari yang lebih susah, misalnya bilangan 3 digit:

6252 - 1252
(625 + 125) x (625 - 125)
750 x 500
375000

Kita uji pakai cara biasa:

6252 - 1252
390625 - 15625
375000

Contoh 4: Pakai kombinasi bilangan 2 digit dan 3 digit:

2252 - 252
(225 + 25) x (225 - 25)
250 x 200
50000

Coba pakai cara biasa:
2252 - 252
50625 - 625
50000

Contoh 5: Kita pakai bilangan desimal.
3,22 - 1,22
(3,2 + 1,2) x (3,2 - 1,2)
4,4 x 2,0 = 4,4 x 2
8,8

Coba kita pakai cara biasa:
3,22 - 1,22
10,24 - 1,44
8,80 = 8,8

oprasi hitung campuran

sekala

Kalau anda pernah membaca atau mengamati peta atau denah, pasti ada skala disana. Skala yaitu perbandingan jarak sebenarnya (jarak sesungguhnya) dan jarak pada gambar/peta/denah. Skala 1:1.000.000 berarti setiap jarak 1.000.000 cm (10 km) digambar 1 cm pada peta/denah.

Rumus untuk mencari skala, jarak pada peta, dan jarak sebenarnya adalah:
Skala = Jarak pada peta:jarak sebenarnya

Jarak pada peta = Skala x jarak sebenarnya

Jarak sebenarnya = Jarak pada peta:skala
Contoh:

1. Kota A dan kota B jarak sebenarnya adalah 150 km. Jarak pada peta adalah 3 cm. Berapakah skala peta tersebut?

Jawab:

Jarak sebenarnya kita ubah ke satuan cm, dimana dari km ke cm dikali 100.000 jadi jarak sebenarnya adalah 150 x 100.000 = 15.000.000 cm. Lalu kita bagi jarak pada peta dengan jarak sebenarnya.

3:15.000.000 = 1:5.000.000

Jadi, skala peta tersebut adalah 1:5.000.000

2. Jarak kota X dan kota Y pada peta adalah 2,5 cm. Skala peta tersebut adalah 1:1.500.000. Berapa km-kah jarak sebenarnya antara kota X dan kota Y?

Jawab:

Karena jarak sebenarnya = jarak pada peta:skala, maka:

2,5:(1:1.500.000) = 2,5 x 1.500.000 = 3.750.000 cm = 37,5 km.

Jadi, jarak sesungguhnya antara kota X dan kota Y adalah 37,5.
Saved

Oke, cukup sekian artikel matematika kali ini. Semoga memberikan inspirasi bagi anda semua.

SISTEM PERSAMAAN LINIER

  1. Bentuk umum sistem persamaan liniet (SPL) dua variabel :
a1x + b1y = c1
a2x + b2y = c2
dengan a1,b1,c1,a2,b2,c2 E R.

  1. Penyelesaian sistem persamaan linier ada empat cara, yaitu :
  • Metode Grafik : dilakukan dengan menggambar grafik sistem persamaan linier (SPL)
  • Metode substitusi : dilakukan dengan mensubstitusi salah satu peubah.
  • Metode eliminasi : salah satu variabelnya dihilangkan dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan kedua persamaan linier.
  • Gabungan metode eliminasi dan substitusi.

  1. Bentuk umum sistem persamaan linier tiga variabel :
a1x + b1y + c1z = d1
a2x + b2y + c2z = d2
a3x + b3y + c3z = d3
dengan a1,a2,a3,b1,b2,b3,d1,d2,d3 E R.

PENGELOLAAN KELAS

PROSEDUR

PENGELOLAAN KELAS



RASIONAL


  • PENGELOLAAN KELAS MENARIK BAGI SETIAP GURU.
  • MEMERLUKAN PENGALAMAN, KEPRIBADIAN, SIKAP, NILAI.
  • ADA SENI DARI GURU DALAM MELAKSANAKAN PK.
  • GURU SEBAGAI KUNCI HARUS PROFESIONAL SHG .. TAHU PROSEDUR..

PENGERTIAN PK


KEGIATAN YANG MENUNJUK KEPADA KEGIATAN-KEGIATAN YANG MENCIPTAKAN DAN MEMPERTAHANKAN KONDISI YANG OPTIMAL BAGI TERJADINYA PROSES PEMBELAJARAN

PENGERTIAN PPK


Langkah-langkah kegiatan yang dilaksanakan bagi terciptanya kondisi optimal serta mempertahankan kondisi optimal tersebut agar supaya proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

TINDAKAN PENGELOLAAN

  • PREVENTIF (PENCEGAHAN)
PENGURANGAN ATAU PENGHINDARAN MASALAH PENGELOLAAN
  • KOREKTIF
v  SAAT KEJADIAN
v  SETELAH KEJADIAN (KURATIF)

pPK

  • MELETAKAN DASAR KONDISI LINGKUNGAN YANG MEMUNGKINKAN BERLANGSUNGNYA SISWA BELAJAR.
  • mEMERLUKAN PERENCANAAN DAN PERTIMBANGAN MASAK.
  • KURATIF SBG KUNCI SHG HARUS STRATEGIS, SANGAT MENDASAR, SHG EFEKTIF DAN EFISIEN UTK JANGKA PENDEK/PANJANG.

PPK DIMENSI PENCEGAHAN
  • PENINGKATAN KESADARAN DIRI GURU
  • PENINGKATAN KESADARAN SISWA
  • SIKAP POLOS DAN TULUS DARI GURU
  • MENGENAL DAN MENEMUKAN ALTERNATIF PENGELOLAAN
  • MEMBUAT “KONTRAK SOSIAL”


ppk DIMENSI KURATIF

  • IDENTIFIKASI SISWA YANG MENYIMPANG
  • RENCANA DAN LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN
  • WAKTU PERTEMUAN DENGAN SISWA (SEBAGAI BUKTI KESADARAN, AWAL /MOTIVASI MENUJU KEBAIKAN, PENEMPATAN HARGA DIRI)
  • sOSIALISAI MAKSUD, TUJUAN, MANFAAT PERTEMUAN.
  • mENYADARKAN UNTUK KEBERSAMAAN DENGAN MENYAMPAIKAN KEKURANGAN MASING-MASING.
  • mEMBAWA KEPADA MASALAH YANG SEBENARNYA, MENYAMPAIKAN PENYIMPANGAN YANG TERJADI DENGAN CARA YANG “BAIK”.
  • kEGAGALAN KONDISI (TIDAK RESPONSIF) PERTEMUAN DISIKAPI UNTUK PERJAJNJIAN PERTEMUAN WAKTU LAIN YANG COCOK.
  • pERTEMUAN HARUS TERJADI DAN BERAKHIR KEPADA PEMECAHAN MASALAH DAN KONTRAK INDIVIDU YANG DAPAT DITERIMA.
  • tINDAK LANJUT – MONITORING – FEEDBACK.

pENYEDERHANAAN PPK DIMENSI KURATIF

  • IDENTIFIKASI MASALAH
(INGAT JENIS, INDIVIDU, KELOMPOK, DST)
  • ANALISIS MASALAH
(LATAR BELAKANG, SUMBER, BARU PENANGGULANGAN)
  • PEMECAHAN MASALAH DAN PEMILIHAN ALTERNATIF PEMECAHAN
(PERTIMBANGAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI TINDAKAN)
  • MONITORING DAN FEEDBACK
(PENGAMANAN HASIL PILIHAN PEMECAHAN MASALAH)



RANCANGAN
PROSEDUR PENGELOLAAN KELAS

INGAT :

v  PENGELOLAAN KELAS (pk)
v  PROSEDUR pk
  • PP DIMENSI PENCEGAHAN (PREVENTION)
  • pp DIMENSI PENYEMBUHAN (KURATIF)
v  PENGERTIAN PROSEDUR PK
v  RANCANGAN PROSEDUR PK (rppk)

v  pENGERTIAN rppk

  • SERANGKAIAN KEGIATAN YANG DISUSUN SECARA SISTEMATIS BERDASARKAN PEMIKIRAN YANG RASIONAL UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU.
  • SERANGKAIAN KEGIATAN TENTANG LANGKAH-2 PK YG DISUSUN SECARA SISTEMATIS BERDASARKAN PEMIKIRAN RASIONAL, UTK MENCIPTAKAN DAN MEMPERTAHANKAN KONDISI LINGKUNGAN  YANG OPTIMAL DAN MENDUKUNG PEMBELAJARAN.

v  LIHAT DIAGRAM 1 HAL. 123

v    FAKTOR PENENTU PEMBUATAN RANCANGAN
  • PAHAMI TUJUAN & HAKEKAT pk
  • PAHAMI BETUL HAKEKAT ANAK DIDIK
  • PAHAMI BETUL PENDEKATAN-2 PK
  • MAMPU DAN TERAMPIL MEMBUAT Rppk
  • LIHAT DIAGRAM HAL-125
v    PADA AKHIRNYA YANG PENTING ADALAH PERAN GURU

  • KEMAMPUAN & KETERAMPILAN GURU DLM MELAKSANAKAN RANCANGAN
  • SIKAP
  • TINGKAH LAKU
  • KEPRIBADIAN
  • KEMAMUAN BERINTERAKSI


v    LANGKAH-2 RANCANGAN
  • INDENTIFIKASI MASALAH
  • ANALISIS MASALAH
  • PENENTUAN, PEMILIHAN, PELAKSANAN ALTERNATIF PEMECAHAN
  • MONITORING PELAKSANAAN
  • MENENTUKAN DAN MENGGUNAKAN FEET-BACK
  • LIHAT DIAGRAM 3 HAL-127


v  URAIAN LANGKAH-2

  • HAKEKAT, KONSEP, TUJUAN PK
  • PREVENTIF APA KURATIF
  • HAKEKAT ANAK TERKAIT DGN  PENYIMPANGAN TINGKAH LAKU
  • MASALAH INDIVIDUAL APA KELOMPOK
  • PENJABARAN LANGKAH-2 (sda)
  • MELAKSANAKAN RENCANA TERSUSUN
  • MELAKSANAKAN MONITORING
  • DAPATKAN FEET-BACK DARI HASIL MONITORING UNTUK MENYUSUN LANGKAH-2 SELANJUTNYA.

OKSIDA ASAM

Unsur Oksida nonlogam Nama oksidasi nonlogam Rumus asam
Nama asam
B B2O Bron trioksida H3BO3 Asam Bromat
C CO2 Carbon dioksida H2CO3 Asam Karbonat
Si SiO2 Silicon dioksida H2SiO3 Asam Silikat
N N2O3 Dinitrogen trioksida HNO2 Asam Nitrit

N2O5 Dinitrogen penta oksida HNO3 Asam Nitrat
P P2O3 Difospor trioksida H3PO3 Asam Fosfit

P2O5 Difospor penta oksida H3PO4 Asam Fosfat
As As2O3 Diarsen trioksida H2AsO3 Asam Arsenit

As2O5 Diarsen prnta oksida H3AsO4 Asam Arsenat
Sb Sb2O3 Diantimon trioksida H2SbO3 Asam Antimonit

Sb2O5 Diantimon penta oksida H2SbO4 Asam Antimonat
S SO2 Belerang dioksida H2SO3 Asam Sulfit

SO3 Belerang trioksida H2SO4 Asam Sulfat
Cl Cl2O Klor monoksida HClO Asam Hipoklorit

Cl2O3 Klor trioksida HClO2 Asam Klorit

Cl2O5 Klor pentaoksida HClO3 Asam Klorat

Cl2O7 Klor heptaoksida HClO4 Asam Perklorat
F F2O Flor monoksida HFO Asam HIpoflorit

F2O3 Flor trioksida HFO2 Asam Florit

F2O5 Flor pentaoksida HFO3 Asam Florat

F2O7 Flor heptaoksida HFO4 Asam Perflorat
Br Br2O Brom monoksida HBrO Asam Hipobromit

Br2O3 Brom trioksida HBrO2 Asam Bromit

Br2O5 Brom penta oksida HBrO3 Asam Bromat

Br2O7 Brom heptaoksida HBrO4 Asam Perbromat
I I2O Yodium monoksida HIO Asam Hipoiodit

I2O3 Yudium trioksida HIO2 Asam Iodit

I2O5 Yodium pentaoksida HIO3 Asam Iodat

I2O7 Yodium heptaoksida HIO4 Asam Periodat

OKSIDA BASA

Unsur
Oksida logam Nama oksidasi logam Rumus basa Nama basa
Na
Na2O Natrium Oksida NaOH Natrium Hidroksida
K K2O Kalium Oksida KOH Kalium Hidroksida
Cu Cu2O Tembaga (I) Oksida CuOH Tembaga (I) Hidroksida
  CuO Tembaga (II) Oksida Cu(OH)2 Tembaga (II) HIdroksida
Ag Ag2O Perak Oksida AgOH Perak Hidroksida
Au Au2O Emas (I) Oksida AuOH Emas (I) Hidroksida
  Au2O3 Emas (III) Oksida Au(OH)3 Emas (III) Hidroksida
Mg MgO Magnesium Oksida Mg(OH)2 Magnesium Hidroksida
Ca CaO Kalsium Oksida Ca(OH)2 Kalsium HIdroksida
Zn ZnO Zeng Oksida Zn(OH)2 Zeng Hidroksida
Hg Hg2O Raksa (I) Oksida Hg2(OH)2 Raksa (I) Hidroksida
  HgO Raksa (II) Oksida Hg(OH)2 Raksa (II) Hidroksida
Al Al2O3 Aluminium Oksida Al(OH)3 Aluminium Hiddroksida
Pb PbO Timbal (II) Oksida Pb(OH)2 Timbal (II) Hidroksida
Cr Cr2O3 Krom (III) Oksida Cr(OH)3 Krom (III) Hidroksida
Mn MnO Mangan (II) Oksida Mn(OH)2 Mangan (II)Hidroksida
Co CoO Kolbat (II) Oksida Co(OH)2 Kolbat(II) Hidrosida
  Co2O3 Kolba(III)Oksida Co(OH)3 Kolbat (III) Hidroksida
Fe FeO Besi (II)Oksida Fe(OH)2 Besi (II) Hidroksida

PENGAJARAN TERPROGRAM

DEFINISI PENGAJARAN TERPROGRAM
Pengajaran terprogram ialah pengajaran tertulis bersekat – sekat kecil yang dapat dipelajari sendiri, kapan saja dan sesuai dengan kecepatannya berdasarkan langkah – langkah dalam setiap sekatan itu.
LANGKAH – LANGKAH PENGAJARAN TERPROGRAM
1. Mengkaji dan menyusun indikator.
2. Menentukan jenis diagram pengajaran
3. Menggambar diagram yang telah ditentukan.
4. Menuangkan materi dalam sekatan – sekatan dan disertai dengan cara.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENGAJARAN TERPROGRAM
KELEBIHAN PENGAJARAN TERPROGRAM
 Mendorong siswa belajar aktif.
 Mendorong siswa berpikir kritis.
 Memperoleh penguatan jawaban secara langsung
KEKURANGAN PENGAJARAN TERPROGRAM
• Lebih menjurus pada pembentukan manusia mesin
• Kesempatan bekerja dalam kelompok antar siswa lebih kecil
• Terjadi kebosanan, apalagi bila tidak menarik
• Siswa terus menerus belajar sendiri monotun dengan tanya jawab
CONTOH PENGAJARAN TERPROGRAM
 Contoh dengan Pola Bercabang
 Sekatan 1
Indikator :
1. Siswa dapat menyatakan masalah sehari – hari dalam bentuk himpunan
2. Siswa dapat menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan Perhatikan kumpulan bangun – bangun geometri ruang.
Apakah bangun – bangun geometri ruang itu ? bangun – bangun geometri ruang antara lain : bidang empat, bola, dll. karena itu bidang empat dll, termasuk kumpulan bangun – bangun geometri ruang
manakah pernyataan berikut yang benar ?
1. Aggota suatu himpunan hanya bneda nyata
2. Anggota suatu humunan hanya benda abstrak
3. Anggota suatu himpunan dapat berupa benda nyata dan benda abstrak
Bila pilihan anda 1 lanjutkan ke sekatan 3
Bila memilih 2 lanjutkan ke sekatan 4
Bila memilih 3 lanjutkan ke sekatan 2
 Sekatan 2
Indikator :
3. Siswa dapat mengenal pengertian himpunan
Jawaban anda benar, himpunan itu anggota dapat nyata dan dapat pula abstrak. Himpunan yang anggotanya nyata misalnya himpunan siswa kelas 6 di sekolah dasar. Sedangkan himpunan yang anggotanya abstrak adalah himpunan bilangan
Perhatikan kumpulan gambar – gambar indah. Bila kita mengambil sebuah gamabar yang menurut kita indah, tetapi menurut orang lain belum tentu indah.
Manakah dari kedua definisi berikut yang benar :
1. Himpunan adalah kumpulan benda – benda real dan abstrak yg anggotanya dpt didefinisikan dgn tepat
2. Himpunan adlh kumulan benda real dan abstrak yang anggotanya pasti
Bila memilih 1 lanju ke sekatan 6
Bila memilih 2 lanjut ke sekatan 5
Sekatan 3
perhatikan himpunan bilangan 2, 4, 6 apakah bilangan 2 itu benda nyata atau abstrak ? Bilangan 2 adalah abstrak. Jadi himpunan bilangan 2, 4, dan 6 anggotanaya adalah benda abstrak.
Selanjutnya kembali ke sekatan 1 untuk mempelajarinya kembali
sekatan 4
anda keliru. Perhatika himpunan anggoya keluargamu. Himpunan itu anggotanya benda nyata. Himpunan lain yang anggotanya benda nyata ialah himpunan binatang berkaki dua. Yang anggotanya antara lain ayam.
Kembali ke sekatan 1
sekatan 5
perhatikan suatu kumpulan yang anggotanya orang kaya di Jakarta. Anggotanya pasti orang kaya di Jakarta. Kita harus mendefinisikan dengan tepat tentang orang yang kaya misalnya seberapa banyak harta yang harus dimilikinya. Jadi jawaban anda tidak tepat. Kembali ke sekatan 2
Sekatan 6
indikator :
4. Siswa dapat membedakan himpunan kosong dan nol
Anda benar. Himpunan merupakan kumpulan benda real atau abstrak yang anggotanya didefinisikan dengan tepat.
Sekarang perhatikan kumpulan bilangan asli yang kurang dari 2.
himpunan bilangan asli yang kurang dari 2 adalah 1. jadi banyaknya
himpunan bilangan asli yang kurang dari 2 adalah 1.
Perhatikan himpunan siswa SMP kurang dari 9 tahun. Himpunan terebut tidak mempunyai anggota sebab tigak ada siswa SMP yang umurnya kurang dari 9 tahun.
Perhatikan himpunan bilangan cacah yang anggotanya kurang dari 1. anggota himpunan tersebut adalah 0. jadi banyaknya anggota himpunan tersebut adalah 1
Manakah dari kedua pernyataan berikut yang benar
1. Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota.
2. Himpunan kosong adalah himpunan yang anggotanya adalah nol.
Bila memilih 1 lanjutkan ke sekatan 7
Bila memilih 2 lanjutkan ke sekatan 8
Sekatan 7
jawaban anda benar.
Himpunan kosong merupakan himpunan yang tidak mempunyai anggota.
Sekatan 8
anda keliru. Perhatikan himpunan bilangan cacah kurang dari 1. 0 merupakan anggotanya, jadi tersebut bukan himpunan kosong. Baca kembali sekatan 6

RUMUS MATEMATIKA DASAR KELAS VII TENTANG BILANGAN BULAT

1. Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif.
2. Sifat-sifat penjumlahan pada bilangan bulat.
a. Sifat tertutup. Untuk setiap bilangan bulat a dan b, berlaku a + b = c dengan c juga bilangan bulat.
b. Sifat komutatif. Untuk setiap bilangan bulat a dan b, selalu berlaku a + b = b + a.
c. Sifat asosiatif. Untuk setiap bilangan bulat a, b, dan c selalu berlaku (a + b) + c = a + (b + c).
d. Mempunyai unsur identitas. Untuk sebarang bilangan bulat a, selalu berlaku a + 0 = 0 + a. Bilangan nol (0) merupakan unsur identitas pada penjumlahan.
e. Mempunyai invers. Untuk setiap bilangan bulat a, selalu berlaku a + (–a) = (–a) + a = 0. Invers dari a adalah –a, sedangkan invers dari –a adalah a.
3. Jika a dan b bilangan bulat maka berlaku a – b = a + (–b).
4. Operasi pengurangan pada bilangan bulat berlaku sifat tertutup.
5. Jika p dan q bilangan bulat maka
• p x q = pq;
• (–p) x q = –(p x q) = –pq;
• p x (–q) = –(p x q) = –pq;
• (–p) x (–q) = p x q = pq.
6. Untuk setiap p, q, dan r bilangan bulat berlaku sifat
• tertutup terhadap operasi perkalian;
• komutatif: p x q = q x p;
• asosiatif: (p x q) x r = p x (q x r);
• distributif perkalian terhadap penjumlahan: p x (q + r) = (p x q) + (p x r);
• distributif perkalian terhadap pengurangan: p x (q – r) = (p x q) – (p x r).
7. Unsur identitas pada perkalian adalah 1, sehingga untuk setiap bilangan bulat p berlaku p x 1 = 1 x p = p.
8. Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
9. Pada operasi pembagian bilangan bulat tidak bersifat tertutup.
10. Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung berikut.
a. Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
b. Operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) sama kuat artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.
c. Operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) lebih kuat daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–).

LOGIKA MATEMATIKA

  1. Pernyataan Kalimat Terbuka dan Ingkaran
    1. Pernyataan Adalah kalimat tertutup yang memiliki nilai benar saja atau salah saja, tetapi tidak sekaligus benar atau salah.
    2. Kalimat Terbuka adalah kalimat yang belum pasti nilai kebenarannya karena memuat variabel.
    3. Ingkaran atau negasi suatu pernyataan p Adalah pernyataan – pernyatan bernilai benar jika p bernilai salah dan bernilai salah jika p bernilai benar.
p
~q
B  S
S
B
2. Konjungsi dan Disjungsi
p
q p^q
B  B
S
S
B  S
B
S
B
S
S
S
  1. Konjungsi bernilai benar jika dan hanya jika pernyataan – pernyataan tunggalnya bernilai benar.



2. Disjungsi bernilai benar jika kedua pernyataan berniali benar atau salah satu pernyataan tunggalnya bernilai benar.
p
q p^q
B
B
S
S
B  S
B
S
B  B
B
S




3. Implikasi
p
q p –> q
B  B
S
S
B  S
B
S
B
S
B
B
Suatu Implikasi Bernilai salah hanya jika anteseden bernilai benar dan konsekuen bernilai salah.




4. Pernyataan Majemuk
1. Pernyataan majemuk yang ekuivalen
-          q –>  p disebut konvers dari implikasi p –>  q
-          ~p –> ~q disebut invers dari implikasi p –>  q
-          ~q –> ~p disebut kontraposisi implikasi p –> q
-          P –> q=~q –> ~p artinya implikasi ekuivalen dengan kontraposisi
-          q –> p=~p –> ~q artinya konvers dari implikasi ekuivalen dengan invers dari implikasi tersebut
p
q Ingkaran Implikasi Konvers Invers kontraposisi
~p ~q p –> q q –> p ~p –> ~q
~q –> ~p
B
B
S
S
B  S
B
S
S  S
B
B
S  B
S
B
B  S
B
B
B  B
S
B
B  B
S
B
B  S
B
B

2. Ingkaran dari pernyataan majemuk
-          ~(p –> q) = p ^ ~q artinya ingkaran dari p –> q adalah p ^ ~q
-          ~(p ^ q) = ~p v ~q artinya ingkaran dari p ^ q adalah ~p v ~q
-          ~(p v q) = ~p ^ ~q artinya ingkaran dari p v q adalah ~p ^ ~q

5. Penarikan Kesimpulan
Premis 1     : p –> q
Premis 2     :          q
# Konklusi :          q
Modus tollens
Premis 1     : p –> q
Premis 2     :        ~q
# Konklusi :        ~q
Modus tollens
Premis 1     : p –> q
Premis 2     : q –> r
# Konklusi : p –> r

TEORI KINETIK GAS

Teori kinetik zat membicarakan sifat zat dipandang dari sudut momentum. Peninjauan teori
ini bukan pada kelakuan sebuah partikel, tetapi diutamakan pada sifat zat secara
keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel-partikel zat tersebut.
SIFAT GAS UMUM
1. Gas mudah berubah bentuk dan volumenya.
2. Gas dapat digolongkan sebagai fluida, hanya kerapatannya jauh lebih kecil.
SIFAT GAS IDEAL
1. Gas terdiri atas partikel-partikel dalam jumlah yang besar sekali, yang senantiasa
bergerak dengan arah sembarang dan tersebar merata dalam ruang yang kecil.
2. Jarak antara partikel gas jauh lebih besar daripada ukuran partikel, sehingga ukuran
partikel gas dapat diabaikan.
3. Tumbukan antara partikel-partikel gas dan antara partikel dengan dinding tempatnya
adalah elastis sempurna.
4. Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku.
PERSAMAAN GAS IDEAL DAN TEKANAN (P) GAS IDEAL
P V=n RT=NKT
n = N/No
T = suhu (ºK)
R = K . No = 8,31 )/mol. ºK
N = jumlah pertikel
P = (2N / 3V) . Ek→ T = 2Ek/3K
V = volume (m3)
n = jumlah molekul gas
K = konstanta Boltzman = 1,38 x 10-23 J/ºK
No = bilangan Avogadro = 6,023 x 1023/mol
ENERGI TOTAL (U) DAN KECEPATAN (v) GAS IDEAL
Ek = 3KT/2
U = N Ek = 3NKT/2
v =√(3 K T/m) =√(3P/ρ)
dengan:
Ek = energi kinetik rata-rata tiap partikel gas ideal
U = energi dalam gas ideal = energi total gas ideal
v = kecepatan rata-rata partikel gas ideal
m = massa satu mol gas
p = massa jenis gas ideal
Jadi dari persamaan gas ideal dapat diambil kesimpulan:
1. Makin tinggi temperatur gas ideal makin besar pula kecepatan partikelnya.
2. Tekanan merupakan ukuran energi kinetik persatuan volume yang dimiliki gas.
3. Temperatur merupakan ukuran rata-rata dari energi kinetik tiap partikel gas.
4. Persamaan gas ideal (P V = nRT) berdimensi energi/usaha .
5. Energi dalam gas ideal merupakan jumlah energi kinetik seluruh partikelnya.
Dari persarnaan gas ideal PV = nRT, dapat di jabarkan:
Pada (n, T) tetap,(isotermik)
berlaku Hukum Boyle: PV = C
Pada (n, V) tetap,(isokhorik)
berlaku Hukum Gay-Lussac: P/T=C
Pada (n,P) tetap,(isobarik )
berlaku Hukum Gay-Lussac:
V/T= C
Padan tetap,berlak u Hukum
Boyle-Gay-Lussac: PV/T=C
C = konstan
Jadi:
(P1.V1)/T1 = (P2.V2)/T2=...dst.
Contoh:
1. Berapakah kecepatan rata-rata dari partikel-partikel suatu gas dalam keadaan normal,
jika massa jenis gas 100 kg/m3 dan tekanannya 1,2.105 N/m2?
Jawab:
PV = 2/3 Ek
PV = 2/3 . 1/2 . m v2 = 1/3 m v2
v2 = (3PV)/m = (3 P)/(m/V) = 3P/ρ
v =√3P/ρ =√3.1,2.105/100 = 60 m/det
2. Suatu gas tekanannya 15 atm dan volumenya 25 cm3 memenuhi persamaan PV - RT. Bila
tekanan gas berubah 1/10 atm tiap menit secara isotermal. Hitunglah perubahan volume
gas tiap menit?
Jawab:
Persamaan PV = RT jelas untuk gas ideal dengan jumlah mol gas n = 1. Jadi kita ubah
persamaan tersebut menjadi:
P∆V + V∆P = R∆T (cara differensial parsial)
15 .∆V + 25. 1/10 = R . 0→ AV = -25 /15.10 = -1/6 cm3/menit
Jadi perubahan volume gas tiap menit adalah 1/6 cm3,dimana tanda (-) menyatakan gas
menerima usaha dari luar (dari sekelilingnya).
Hukum I Termodinamika
1.Hukum ini diterapkan pada gas, khususnya gas ideal
PV = n R T
P .∆V + -V .∆P = n R∆T
2. Energi adalah kekal, jika diperhitungkan semua bentuk energi yang timbul.
3. Usaha tidak diperoleh jika tidak diberi energi dari luar.
4.Dalam suatu sistem berlaku persamaan termodinamika I:
∆Q= ∆U+ ∆W
∆Q = kalor yang diserap
∆U = perubanan energi dalam
∆W = usaha (kerja) luar yang dilakukan
DARI PERSAMAAN TERMODINAMIKA I DAPAT DIJABARKAN:
Pada proses isobarik (tekanan tetap)→ ∆P = 0; sehingga,
∆W=P . ∆V = P (V2 - V1) →P. ∆V = n .R ∆T
∆Q=n. Cp . ∆T
∆U-= 3/2 n . R . ∆T
→maka Cp = 5/2 R (kalor jenis pada tekanan tetap)
Pada proses isokhorik (Volume tetap)→ ∆V =O; sehingga,
∆W=0 → ∆Q= ∆U
∆Q=n. Cv . ∆T
AU = 3/2 n . R .∆T
→ maka Cv = 3/2 R (kalor jenis pada volume tetap)
Pada proses isotermik (temperatur tetap):→ ∆T = 0 ;sehingga,
∆U =0 → ∆Q= ∆W = nRT ln (V2/V1)
Pada proses adiabatik (tidak ada pertukaran kalor antara sistem dengan
sekelilingnya)→ ∆Q = 0 Berlaku hubungan::
PVγ = konstan→ γ = Cp/Cv ,disebut konstanta Laplace
Cara lain untuk menghitung usaha adalah menghitung luas daerah di bawah
garis proses.
Usaha pada proses a→ b adalah luas abb*a*a
Perhatikan perbedaan grafik isotermik dan adiabatik→ penurunan adiabatik lebih curam
dan mengikuti persamaan PVγ= C.
Jadi:
1. jika∆P >∆V, maka grafik adiabatik.
2. jika∆P =∆V, maka grafik isotermik.
Catatan:
1.Jika sistem menerima panas, maka sistem akan melakukan kerja dan energi akan
naik. Sehingga ∆Q, ∆W →(+).
2.Jika sistem menerima kerja, maka sistem akan mengeluarkan panas dan energi
dalam akan turun. Sehingga ∆Q, ∆W →(-).
3.Untuk gas monoatomik (He, Ne, dll), energi dalam (U) gas adalah
U = Ek = 3/2 nRT→ γ = 1,67
4.Untuk gas diatomik (H2, N2, dll), energi dalam (U) gas adalah
Suhu rendah
(T≤ 100ºK)
U = Ek = 3/2 nRT
→ γ = 1,67
Suhu sedang
U = Ek =5/2 nRT
→ γ = 1,67
Suhu tinggi
(T > 5000ºK)
Tidak mungkin membuat
suatu mesin yang
bekerja secara terus-
menerus serta
rnengubah semua kalor
yang diserap menjadi
usaha mekanis.
T1 > T2, maka usaha
mekanis:
W=Q1 - Q2
η = W/Q1 = 1 - Q2/Q1
→ Cp - CV=R
= 1 - T2/T1
T1 = reservoir suhu
tinggi
T2 = reservoir suhu
rendah
Q1 = kalor yang masuk
Q2 =kalor yang dilepas
W = usaha yang
dilakukan
η = efesiensi mesin
Untuk mesin pendingin:
η = W/Q2 = Q1/Q2 -1
= T1/T2 - 1
Koefisien Kinerja= 1/η

Sabtu, 29 Januari 2011

Pengertian Pengajaran dengan Modul

Pengertian Pengajaran dengan Modul

Modul merupakan satu satuan unit pengajaran terkecil berkenaan dengan suatu topik atau masalah. Satuan pembelajaran tersebut disusun dalam satu paket yang disebut paket modul.
Tahap-tahap Pengajaran dengan Modul
  • Mengidentifikasi tujuan instruksional
identifikasi tujuan merupakan langkah awal tahapan pengembangan materi belajar termasuk pengembangan modul.
  • Memformulasikan garis besar materi
berdasarkan tujuan instruksional tentukan garis besar yang sesuai.
  • Menulis materi
berdasarkan garis besar materi, kita kemudian merinci materi dan mulai merencanakan menulis modul.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PENGAJARAN DENGAN MODUL
Kelemahan Pengajaran dengan Modul
l  Tidak berpusat pada anak
l  Modul pada umumnya masih menunjukkan adanya paksaan kepada siswa agar ia mengikuti cara, selera, kebiasaan penulis modul
l  Tidak ada kesempatan bagi siswa untuk memilih jalur urutan topik-topik  yang lebih sesuai dengan seleranya
l  Sedikit sekali menggunakan media pendidikan. Karena boleh dikatakan semua materi diutamakan menggunakan tulisan

Kelebihan Pengajaran dengan Modul
  • Siswa dapat belajar walaupun tanpa didampingi oleh guru
  • Melatih siswa untuk belajar mandiri

CONTOH MODUL
HIMPUNAN
Hasil Belajar
Siswa menunjukan kemampuan mengenali pengertian himpunan
Indikator
  1. Siswa dapat menyatakan masalah sehari – hari dalam bentuk himpunan.
  2. Menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan serta notasi.
a. Pengertian himpunan
Dalam kehidupan sehari – hari kita sering mendengar, menggunakan istilah kelompok, kumpulan, kelas atau gugus untuk mengungkapkan suatu kumpulan, obyek atau benda tertentu.
Contoh:
Kumpulan hewan memamahbiak
Himpunan adalah kumpulan benda – benda atau obyek yang didefinisikan dengan jelas.
b. Kumpulan atau kelompok yang merupakan suatu himpunan
Contoh : Kelompok siswa dikelasmu yang tinngginya lebih dari 160 cm.
c. Kumpulan atau kelompok yang bukan merupakan suatu himpunan.
Contoh : Kumpulan lukisan indah.
d. Lambang himpunan
Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan menggunakan tanda kurung kurawal dan biasanya diberi nama dengan menggunakan huruf kapital.
Contoh: Himpunan bilangan cacah kurang dari 6. Misalkan diberi nama A. Maka: Adalah himpunan bilangan cacah kurang dari 6 dan ditulis A = {Bilangan cacah kurang dari 6 }
LATIHAN
1.    Buatlah lima contoh kelompok yang merupakan himpunan dan tulislah masing – masing 4 anggotanya!
2.   Tulislah himpunan berikut dengan tanda kurung kurawal:
u M adalah himpunan siswa umur 12 tahun dikelasmu.
u P adalah himpunan huruf vokal pada abjad.
3.  Buatlah lima contoh kelompok yang bukan merupakan himpunan, jelaskan!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More